DNA dalam sel tubuh manusia menurut teori Loanard Hayflick (batas hayflick), sebenarnya bisa dirancang untuk bertahan hingga usia 115-125 tahun krn kemampuan batas pembelahan sel 50-70X.
Namun jauh sebelum mencapai batas alaminya sel mengalami kerusakan dini, disebabkan berbagai kemungkinan seperti radikal bebas, gaya hidup dan perilaku manusianya itu sendiri.
Selama ini sebagian besar pendekatan pengobatan konvensional hanya berfokus pada hilir yaitu dengan meredakan atau menghilangkan gejala yg timbul seperti rasa nyeri, radang atau pembengkakan.
Padahal tanpa perbaikan di hulu (ditingkat dasar/sel tubuh) akar masalahnya blm tersentuh. Sehingga keluhan terus berulang dan bahkan mengakibatkan kerusakan sel lainnya.
Sel tubuh manusia bisa menyembuhkan dirinya sendiri